in

Festival Musik Khusus Wanita Pertama Digelar di Swedia

Gemusik – Maraknya aksi pelecehan seksual yang menimpa para wanita pada saat konser musik menjadi perhatian dunia. Salah satu yang cukup mencolok adalah helatan Bravalla Festival di Swedia, ajang festival musik terbesar negara itu yang mengakibatkan sebanyak 23 wanita menjadi korban pelecehan seksual.

Salah seorang aktifis Emma Knykcare yang merespon hal itu melontarkan ide adanya festival musik tanpa penonton pria di Swedia. Melalui berbagai kampanye di media sosial l, upaya yang dilakukan Emma berhasil dan sudah mendapat perhatian dunia.

Tak sekadar melakukan provokasi, Emma juga menggalang dana bagi terselenggaranya “Festival Musik Khusus Wanita” pertama di dunia itu. Menurutnya, di negara Swedia adalah hal yang diperbolehkan menggelar acara tersebut dan tidak ada sangkut paut dengan hak asasi manusia.

Dikatakan Emma, festival musik khusus wanita adalah jalan keluar sekaligus kritik sosial kepada kaum adam yang kerap melakukan aksi pelecehan seksual pada saat festival musik.

“Jika anda pria atau wanita yang tidak sepaham dengan gagasan ini, maka bayangkanlah bagaimana nasib para wanita yang kerap mendapatkan perilaku tidak senonoh pada saat konser musik,” kata Emma.

Bahkan dengan lugas ia menambahkan “Anda sebagai pria jangan terlalu egois menolak adanya festival musik bebas pria ini, karena ini menutup kesempatan anda untuk tidak melakukan pelecehan seksual kepada wanita dalam sebuah festival,” ujarnya.

Emma bisa saja geram dengan aksi pelecehan seksual yang menimpa para wanita. Apa yang dilakukannya bisa jadi benar atau salah berdasarkan pertimbangan tertentu. Bagaimana menurut anda?

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

144 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Loading…

0

Comments

comments