in

Mengatur Posisi Drum Set yang Baik dan Benar

Mengatur Posisi Drum Set yang Baik dan Benar (Photo: Michael DF Lowe)

Bicara mengenai ide untuk mengatur drum set, sama artinya kita belajar tentang bagaimana cara mengatur drum set agar nyaman dan ergonomis saat dimainkan. Mengingat umur drumset ‘cukup muda’ dibandingkan alat musik lain. Bentuk dan fungsi drum set sampai saat ini masih terus berkembang. Tidak seperti instrumen lain yang hanya sibuk mengutak-atik sound saja, pada drum set bukan sound saja yang bisa diubah-ubah, tapi juga bentuk set itu sendiri yang dicocokkan dengan sang pengguna, tempat dan fungsi.

Photo of Neil Peart in Houston, TX, by @mstmompj
Photo of Neil Peart in Houston, TX, by @mstmompj

Saya banyak bereksperimen ketika menemukan kendala, antara lain adalah ketika saya merasa posisi pedal di kaki kurang ergonomis, kurangnya kontrol ketika memainkan single stroke pada bass drum (main double pedal), hingga posisi hihat yang kian menjauh dari jangkauan.

Dari ketiga masalah itu, saya cari solusinya dengan merubah posisi pedal-pedal saya. Terutama posisi slave unit double pedal dengan posisi pedal hihat.

Seperti yang kita tahu, kebanyakan drum set drummer seluruh dunia, kalau diurut dari kiri adalah : pedal, hihat – (slave unit) double pedal – main pedal.

Apa yang terjadi dengan set ini? Yang pasti ketika menggunakan hanya single pedal, posisi hihat masih dalam jangkauan dan cukup nyaman untuk dimainkan. Akan tetapi ketika anda memasang double pedal, instantly pedal / stand hihat bergeser menjauh ke kiri. Kalau anda drummer, pasti sudah terbayang akan hal ini.

Dengan posisi inilah hihat menjauh dari jangkauan tangan kanan. Dalam posisi ini pula akan menjadi kendala jika anda menggunakan opsional snare pada posisi kiri. Sudah pasti posisi snare kedua akan berjauhan dengan snare utama. Ergonomiskah? Jelas tidak!

Ada satu hal lagi yang menjadi kendala, yaitu ketika kaki berpindah pedal dari pedal hihat ke slave unit double pedal untuk memainkan single stroke pada bass drum (main double pedal). Yang dibutuhkan ketika main double pedal adalah power dan keseimbangan tubuh.

Sebenarnya cukup aneh ketika kita membutuhkan dua hal tersebut, posisi kedua kaki justru dirapatkan. Dapatkah powernya? Dapatkah balancenya? Bisa saja, tapi pasti tidak maksimal.

Nah, dari problem-problem di atas, maka saya mengutak-ngutik posisi pedal. Dengan berfikir sedikit radikal dan ingin tampil beda, saya switch posisi pedal hihat dengan slave unit double pedal. Sehingga yang terjadi adalah, slave unit double pedal ada pada posisi paling kiri, setelah itu baru hihat.

Dapat terlihat bahwa connecting shaft (sambungna dari slave unit ke pedal utama) menyeberangi pedal hihat. Mohon diingat, tidak semua stand hihat dapat dilalui oleh connecting shaft karena ada sebagian kecil stand hihat terutama di luar merk Yamaha pada bagian kaki dapat membentur connector tersebut, tapi itu sebagian kecil kok. Agar lebih jelasnya, bayangkan posisi berikut :

Posisi dari kiri ke kanan adalah (slave unit) double pedal – pedal hihat – main pedal. Aneh? itu masalah membiasakan diri. Ketika terbiasa dengan setup seperti ini, bukan berarti akan menjadi kaku setiap menggunakan setup tradisional, cuma saja agak merasa kurang sreg. Apa saja kelebihan yang didapat dari setup seperti ini?

  1. Posisi hihat lebih dekat, lebih mudah memainkan pola 1/16 dengan kedua tangan.
  2. Ketika kaki diletakkan pada pedal hihat, akan terasa nyaman, karena kaki tidak begitu renggang.
  3. Jika menggunakan opsional snare, posisi snare drum kedua itu akan menjadi sangat dekat hingga mudah diakses.
  4. Ketika membutuhkan power & balance disaat memainkan double pedal, kaki direnggangkan. Nah, ketika kaki renggang inilah power & balance akan lebih sempurna.
  5. Bebas menaruh pedal tambahan pada sisi kiri tanpa takut terhalangi oleh kaki stand hihat.

Sedangkan kekurangan dari drum set ini adalah opsional tom, misalkan tom 8″ agak susah untuk diselipkan diantara hihat dan tom yang tertancap di atas bass drum.

What do you think?

143 points
Upvote Downvote